JAKARTA (KBK) – Diperlukan peran kakek nenek guna terlaksananya pemberian asi eksklusif selama 6 bulan, hal tersebut didasari oleh budaya Indonesia yang dipengaruhi orang tua dalam tiap langkah . Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam seminar bertajuk Pekan Asi Sedunia di Jakarta (29/8).
Menurut Widya asi eksklusif selama 6 bulan merupakan isu yang strategis dan sejalan dengan program gubernur dalam menerapkan asi eksklusif di Jakarta.
Widya berujar asi bisa menurunkan angka penyakit dan kenakalan remaja karena ada kedekatan yang dibangun sejak dini dengan orang tua saat menyusui. Jakarta lanjut Widya sebagai daerah urban, dimana ibu harus memilih mencari nafkah. Sehingga perannya dalam memberikan asi ke anak bisa digantikan oleh kakek atau nenek.
“Setiap kantor di Jakarta harus memiliki ruang yang nyaman untuk ibu memerah asi. Asi ini yang diberikan kakek nenek ke cucunya,” terang Widya.
Ibu Gubernur DKI Jakarta Fery Farhati Ganis mengatakan Pekan Asi Sedunia merupakan sebuah perjuangan untuk masa depan. Dengan mengoptimalkan pemberian asi terhadap anak, anak dapat menjadi generasi yang cerdas.
Bagi Fery moment memberi asi adalah penting, selain memberikan nutrisi juga bisa membangun kelekatan guna menguatkan emosional anak.
“Bila melihat trennya generasi muda saat ini lebih peduli untuk memberikan asi kepada anak,” terangnya





