JENEWA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, mengecam rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok bagian-bagian dari Tepi Barat jika terpilih kembali sebagai perdana menteri pada pemilu minggu ini.
“Langkah-langkah seperti itu, jika diterapkan, akan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” katanya, dilansir Reuters, Kamis (12/9/2019).
Guterres menambahkan, rencana Netanyahu akan menghancurkan potensi menghidupkan kembali negosiasi dan perdamaian regional, dan merusak kelangsungan solusi perdamaian dua-Negara.
Sebelumnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersumpah untuk mulai menganeksasi permukiman Tepi Barat jika ia terpilih kembali dalam pemilu pekan depan.
“Hari ini, saya mengumumkan niat saya, setelah pembentukan pemerintah baru, untuk menerapkan kedaulatan Israel di Lembah Yordan dan Laut Mati utara,” kata Netanyahu dalam pidato kampanyenya.





