Gempa Pakistan Dipicu Sesar Aktif, BMKG Ingatkan Indonesia Kenali Ancaman Sumber Gempa

Kerusakan akibat gempa di Pakistan/ Reuters

JAKARTA – Gempa 5,3 SR pada Selasa (24/9/2019) mengguncang  wilayah Kashmir dan Pakistan, di kedalaman dangkal 10 km, namun menyebabkan kerusakan parah.
.
Dangkalnya hiposenter gempa ini memicu kerusakan yang cukup parah dalam skala intensitas VII-VIII MMI. Tidak saja bangunan rumah yang mengalami rusak parah, tetapi juga banyak jalan terbelah akibat kuatnya guncangan gempa. .
.
Hingga Rabu (25/9/2019), dilaporkan setidaknya sudah 23 orang tewas dan lebih dari 300 lainnya luka-luka, Kerusakan paling parah terjadi di daerah sekitar Kota New Mirpur, wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, yang terletak sekitar 85 kilometer tenggara ibukota Pakistan, Islamabad.
.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG  Daryono, menyoroti gempa dangkal di Pakistan tersebut, karena menurutnya ada beberapa hal yang bisa dipelajari.

“Pertama, bahwa dalam setiap kejadian gempa bumi ternyata korban selalu berjatuhan. Padahal sebenarnya yang melukai dan menimbulkan korban jiwa bukanlah gempanya tetapi bangun rumah yang roboh menimpa penghuninya. Solusi dari permasalahan bencana gempa bumi yang paling utama adalah bangunan rumah tahan gempa. Selama kita belum memiliki bangunan tahan gempa maka setiap terjadi gempa kuat akan selalu jatuh korban jiwa,” tuturnya, dikutip dari laman resmi instagram BMKG.

“Kedua, gempa Pakistan-Khasmir dipicu sesar aktif. Perlu diingat, Indonesia memiliki lebih dari 295 sesar aktif, sebagian jalur sesar aktif ini berada di daratan dekat tempat tinggal, dekat wilayah perkantoran, dan gedung sekolah anak-anak. Kita harus mengenali ancaman sumber gempa di sekitar kita.”

Menurutnya sangat penting untuk kita menata mitigasi, baik menyiapkan struktur bangunan yang aman gempa, serta memahami cara selamat saat terjadi gempa. Gladi mitigasi dan evakuasi perlu dilakukan secara berkesinambungan demi menyiapkan masyarakat kita yang tangguh bencana.

Advertisement