BANDUNG – Rumah Cinta Anak Kanker yang berada di sebuah rumah di Bandung, Jawa Barat merupakan tempat persinggahan anak-anak penderita kanker yang didirikan oleh Supendi Wijaya (44) atau akrab disapa Abah Lutung. K Banak-anak pendering.
Tempat persinggahan yang tepatnya bermukim di Jalan Bijaksana Dalam nomor 11 RT 5/10 Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi ini didirikan tahun 2012 oleh Abah Lutung bersama istrinya, Dewi Nurjanah (42).
Abah Lutung menampung anak-anak yang divonis menderita penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh tidak normal dan berubah menjadi sel kanker.
“Sudah 1.429 anak-anak pejuang singgah di rumah ini. Di tahun ini ada 172 anak-anak yang singgah di rumah ini untuk menjalani pengobatan di RSHS,” kata Abah Lutung kepada Tribun Jabar, Minggu (16/10/2016).
Bukan tanpa sebab Abah Lutung mendirikan rumah singgah tersebut. Abah Lutung sempat menjadi orang tua yang memperjuangkan hidup anaknya yang divonis kanker mata pada 2010.
Namun Abah Lutung dan istrinya harus merelakan kepergian anak keduanya tersebut pada 2012.
“Waktu kami berjuang untuk anak, saya di rumah sakit melihat orang tua yang sama-sama berjuang tidur di lorong dan teras. Katanya sakit, kalau begitu kan nanti tambah sakit,” kata Abah Lutung.
Ia menuturkan alasan mereka sampai rela tidur di lorong tanpa menyewa sebuah rumah, “Mereka menjawab tidak ada biaya untuk sewa, keluarga juga tidak punya. Terakhir, Abah melihat ada orang tua yang menjual bajunya ke tukang loak. Setelah dapat uang Rp 15 ribu, mereka beli makan. Berawal dari situ Abah selalu terngiang,” katanya.
Ia pun akhirnya mengajak orang tua pasien yang kesulitan tersebut menyewa rumah di kawasan Cibarengkok.
“Setahun saya tinggal bersama orang tua yang sedang berjuang di rumah kontrakan itu. Rumah itu tadinya cuma bisa dihuni satu kepala keluarga, tapi disulap bisa menjadi lima keluarga,” kata Abah Lutung.
Terkait dengan biaya sewa dan konsumsi, Abah Lutung mengaku mendapatkan donasi dari rekan-rekannya. Ia kerap mengajak rekan-rekan kerjanya berbuat kebaikan. Sebab ia yakin jika setiap kebaikan yang diberikan akan dibalas kebaikan yang lebih dari Tuhan.
“Alhamdulillah sampai sekarang gerakan ini masih terus berlangsung. Dan mulai banyak orang tua yang datang ke Rumah Cinta dari mulut ke mulut. Orang tua yang anaknya sempat dirawat, pasti memberitahukan teman di daerahnya jika ada rumah singgah ini,” kata Abah Lutung seraya menyebutkan dia tak sepeser pun menarik biaya kepada pasien kanker yang dirawat di RSHS tersebut.





