YAMAN – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yakni Surya Hidayat Pratama disandera pemberontak Houthi di Yaman.
Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Surya kini dalam keadaan baik. Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, mengklarifikasi ABK yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, itu bekerja di kapal berbendera Uni Emirat Arab (UEA), bukan Arab Saudi.
Surya disebut disandera milisi Houthi ketika berlayar di kapal kargo berbendera UEA.
Penyanderaan ini disebut terjadi saat Surya dan kapal kargonya tengah membawa peralatan medis untuk rumah sakit lapangan Saudi di Yaman.
Kapal Surya tiba-tiba diadang oleh milisi Houthi saat berada di Pulau Socotra, Yaman.
“Pak SHP ini berstatus sebagai chief officer di kapal tersebut. Kemudian pada tanggal 6 (Januari) kami melakukan komunikasi untuk mencari informasi status pak SHP ini. Dan kita mendapatkan informasi yang bersangkutan dalam kondisi aman dan mendapat perlakuan yang baik,” ujar Judha, Kamis (13/1), dilansir CNNIndonesia.
Judha memaparkan pada 7 Januari Kemlu menghubungi pihak keluarga Surya untuk menyampaikan kabar penyanderaan tersebut.
Selain itu, Judha menuturkan Indonesia telah berkoordinasi dengan KBRI Abu Dhabi, UEA dan KBRI Muscat, Oman untuk menyelesaikan kasus ini, mengingat Indonesia tak lagi memiliki KBRI Yaman.





