PAPELA– Timur Indonesia terdapat sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao. Desa Papela yang terdiri dari 441 KK merupakan desa yang mempunyai populasi agama Islam terbanyak di wilayah Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karakteristik geografis dengan musim kemarau yang lebih panjang daripada musim hujannya dalam setahun, wilayah Rote Ndao sudah terbiasa akan kesulitan kebutuhan air, yang dimana Air sulit untuk di peroleh. Tanah-tanah retak hingga ternak yang kurus itu sudah menjadi pemandangan yang biasa di wilayah Rote Ndao.
Warga Papela sudah terbiasa berjalan dengan jarak kurang lebih 10 KM. Warga Papela sendiri untuk memenuhi kebutuhan akan air mereka bergotong royong dengan sesama warga Papela yang mempunyai kendaraan pribadi, dengan sedikit uang yang dibayarkan maka warga Papela harus menghemat air yang telah di perolehnya. Air untuk kehidupan semesta hidup, warga Papela membagi jatah air untuk mandi, cuci, air minum dan hewa ternak.
Negeri yang Indah namun terselip cerita yang kurang dari masyarakat Papela jauh di Ujung Timur Indonesia, disaat banyak masyarakat perkotaan melakukan pemborosan terhadap penggunaan air untuk kehidupan sehari-hari. Jauh di Indonesia bagian Timur, kekurangan dan kesulitan air menjadikan masyarakat bergotong royong untuk saling memenuhi bak-bak penampungan sementara di tiap-tiap rumahnya. Sulitnya transportasi darat, akses yang cukup jauh serta keterbatasan ekonomi membuat warga Papela mau tidak mau berjalan kaki bahkan membawa dirigen air sejauh kurang lebih 10 KM.
“Sebagai pemerintah Rote Ndao kami senang sekali dengan adanya Dompet Dhuafa , melihat kepedulian dan perhatian dari Dompet Dhuafa untuk meringankan beban masyarakat Rote Ndao khususnya Desa Papela dalam memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari terutama kebutuhan air bagi kesehatan”’ Ucap Frans W. Daud yang merupakan Camat Rote Timur.
“Saat ini banyak warga Papela yang mengalami penyakit kulit serta buruknya sanitasi air, merupakan dampak dari pasokan air yang berkurang serta jauhnya mata air dari pusat pemukiman sehingga membawa dampak kesehatan” Ucap Basri salah satu penduduk Desa Papela.
Masyarakat Papela khususnya siswa-siswa yang bersekolah mereka tak hanya membawa tas tapi juga dirigen untuk air, kebutuhan air tak hanya mengaliri lahan tapi juga kebutuhan air minum yang jarang didapatkan oleh siswa-siswa di Papela, Rote Ndao, NTT. Mahalnya air kemasan ditambah minimnya sarana publik bagi anak-anak sekolah, mau tidak mau mereka berjalan kaki untuk menimba ilmu dan menimba mata air.
Air yang menjadi sendi kesehatan akan berpengaruh besar pada keefektivitasan berjalanannya kehidupan. Air roh jinawi merupakan titik tolak untuk menghadapi sendi-sendi kehidupan baik secara pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Semoga hadirnya Dompet Dhuafa melalui program Air untuk Kehidupan, dapat merubah segi kesehatan bagi warga di Desa Papela serta Rote Ndao pada umumnya. Air tak hanya dibutuhkan untuk mandi, menyiram lahan tapi juga dibutuhkan untuk tubuh kita, karena tubuh kita hampir kesuluruhan memerlukan air bagi kinerja sistem tubuh.
Kurangnya air bahkan ketiadaan air di sebuah dusun atau desa akan berdampak bagi kesehatan di dusun atau desa tersebut. Hal ini dapat kita tinjau di Desa Papela, baik konsumsi air minum serta ketersediaan air bagi mandi sangat kurang. Sehingga timbul permasalahan penyakit dari keterbatasan air di Desa Papela, Rote Ndao, NTT. (BN8)





