PAPAUA NUGINI – Puluhan ribu orang di Papua Nugini sangat membutuhkan bantuan setelah gempa dahsyat terjadi pada Senin lalu.
Tanah longsor dan jalan yang rusak membuat bantuan tidak mungkin menjangkau masyarakat yang terkena dampak terburuk di daerah terpencil.
Banyak orang diperkirakan tinggal di bawah atap kanvas di reruntuhan bangunan yang rusak.
Gempa berkekuatan 7,5 skala tersebut mengguncang desa dan sebuah tambang emas besar di provinsi Enga di negara tersebut.
Ahli seismologi AS mengatakan bahwa mereka menyerang 90km (56 mil) selatan Porgera pada pukul 03:45 waktu setempat.
Ada puluhan gempa susulan, termasuk gempa 6.0 pada hari Minggu.
Laporan lokal mengatakan puluhan orang telah tewas namun belum ada konfirmasi resmi.
“Tantangannya adalah akses jalan, namun masih belum dapat diakses oleh truk dan kendaraan roda empat,” kata Udaya Regmi, dari Palang Merah Internasional, kepada kantor berita Reuters.
“Truk-truk besar tidak bisa pergi ke sana, itu salah satu alasan mengapa makanan menjadi semakin berkurang, namun belum ada ketakutan kelaparan, tapi kami tidak punya gambaran lengkap.”





