Aktivis dari 30 Negara Berkonvoi Dukung Kemerdekaan Palestina

AFRIKA UTARA, KBKNews.id – Ratusan aktivis kemanusiaan yang berasal dari lebih dari 30 negara berkumpul untuk menyuarakan dukungan kolektif terhadap kemerdekaan Palestina. Gerakan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) ini dikemas dalam bentuk konvoi lintas negara.

Aksi ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia internasional terhadap krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. Dengan semangat solidaritas yang membara, para peserta menegaskan bahwa isu Palestina bukan sekadar masalah regional, melainkan persoalan kemanusiaan global.

Para aktivis yang terlibat datang dari berbagai latar belakang, mulai dari delegasi organisasi kemanusiaan hingga masyarakat sipil yang memiliki kepedulian mendalam. Kehadiran perwakilan dari puluhan negara ini menunjukkan betapa luasnya dukungan moral yang mengalir bagi rakyat Palestina di tengah tekanan geopolitik yang kompleks.

“Kurang lebih ada 300 partisipan dari 30-an negara yang berkumpul di sini untuk kita sama-sama menyampaikan kepada dunia bahwa Palestina harus merdeka, Palestina harus bisa mendapatkan hak-haknya. Palestina Merdeka,” kata salah satu delegasi dari Indonesia Imam Alfaruq, Minggu (10/5/2026).

Konvoi ini dijadwalkan menempuh rute darat yang cukup panjang, dimulai dari wilayah Libya dengan rencana perjalanan menuju Mesir. Target utama dari pergerakan ini adalah mencapai pintu perbatasan Gaza.

Salah satu momen emosional terekam saat para aktivis menyambut kedatangan delegasi dari Tunisia dan Maroko yang baru saja bergabung dalam konvoi di wilayah Libya. Dalam suasana penuh keakraban dan semangat, para peserta saling bertukar dukungan dan memperkuat tekad untuk terus melangkah.

Bendera-bendera dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berkibar berdampingan dengan bendera Palestina sebagai simbol persatuan.

Sepanjang perjalanan, atmosfer konvoi dipenuhi dengan yel-yel “Free, Free Palestine” yang menggema kuat. Para peserta tampak antusias meski harus menghadapi tantangan logistik dan cuaca di lapangan.

Sebelumnya, aktivis Palestina-Spanyol Saif Abu Keshek baru saja dibebaskan dari penjara Israel. Dia sudah tiba di Spanyol.

Saif memberikan kesaksian memilukan mengenai ribuan warga Palestina yang masih ditahan tanpa hak hukum maupun pembelaan yang layak. Ia mengungkapkan bahwa setiap hari, para tahanan terpaksa mendengarkan jeritan rekan-rekan mereka yang menjadi korban penyiksaan oleh pihak berwenang Israel.

Selain kekerasan fisik, Saif menyoroti narasi sistematis yang digunakan pihak Israel untuk menghapus identitas mereka, dengan mengklaim bahwa Palestina tidak pernah ada dan terus-menerus menggunakan dalih “pertahanan diri” untuk melegitimasi tindakan represif tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here