VANUATU – Pemerintah Vanuatu telah mengumumkan keadaan darurat setelah sebuah gunung berapi Manaro meletus dan memaksa setidaknya 6.000 orang untuk meninggalkan rumah mereka di pulau Ambae.
Gunung berapi Manaro yang berada di Vanuatu, sebelah timur Australia, telah aktif sejak tahun 2005, namun peningkatan aktivitas baru-baru ini telah meningkatkan ketakutan akan letusan besar.
Pemerintah nasional juga menyetujui dana $ 2 juta untuk menyediakan makanan, tempat tinggal dan air bagi mereka yang terkena dampak.
Ukuran aktivitas gunung berapi tersebut naik ke level empat untuk pertama kalinya selama akhir pekan, yang mengindikasikan “letusan moderat” dan merupakan tingkat tertinggi kedua dalam sistem peringatan vulkanik Vanuatu.
“Ada abu, api, batu dan lahar dilempar keluar dari mulut gunung berapi,” kata Shadrack Welegtabit, direktur Kantor Manajemen Bencana Nasional Vanuatu, dilansir ABC.net, Rabu (27/9/2017).
“Ada banyak aktivitas yang sedang berlangsung.” tambahnya.
Dia mengatakan bahwa sulit untuk mengatakan apakah akan ada letusan besar, dan bahwa mereka yang telah dievakuasi hanya perlu duduk dan menunggu.
“Dengan mesin seismik, kita bisa mengukur apa yang terjadi tapi kita tidak bisa benar-benar memprediksi apa yang akan dilakukan gunung berapi selanjutnya,” katanya.
Sekitar 10.000 orang tinggal di pulau ini, dan di utara dan selatan paling rentan.
Palang Merah Vanuatu mengatakan bahwa penduduk desa tersebut telah dipindahkan ke sisi timur dan barat pulau itu.
“Prioritasnya sekarang adalah tempat berlindung, air dan makanan, dan juga melihat kesehatan,” kata Augustine Garae, koordinator manajemen bencana organisasi tersebut.





