Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Volume Kubah Lava Menyusut

Ilustrasi Gunung Merapi Jawa Tengah/Ist

YOGYAKARTA – Seiring dengan aktivitas guguran dan kegempaan Gunung Merapi yang masih cukup tinggi, volume kubah lava juga ternyata mengalami penyusutan.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, volume kubah lava per 21 Maret 2019 mencapai 472 ribu meter kubik.

Rata-rata pertumbuhan kubah lava masih kurang dari 20.000 meter kubik per hari. Namun, volume kubah pada Maret 2019 ternyata mengalami penyusutan pada awal April 2019.

BPPTKG mencatat, volume kubah lava Gunung Merapi per 9 April 2019 sebesar 466.000 meter kubik. Artinya, ada penyusutan sekitar 6.000 meter kubik dari volume pada Maret 2019.

Setelah itu, pengamatan BPPTKG pada 4 Mei 2019 mencatat volume kubah lava Gunung Merapi sebesar 458.000 meter kubik. Ada sekitar 8.000 meter kubik penyusutan terjadi.

Sayangnya, dua bulan terakhir pengamatan banya dilakukan memakai tangkapan gambar dari udara (drone). Sehingga, tidak diketahui pasti pertumbuhan harian kubah lava.

Meski begitu, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso berpendapat, sejak Januari 2019 pertumbuhan volume kubah lava terhitung relatif tetap.

“Disebabkan sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awan panas,” kata Budi, Jumat (17/5/2019), dilansir Republika.co.id.

 

Advertisement