YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan status Gunung Merapi aktivitas seismiknya meningkat.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan bahwa menurut hasil pemantauan via PGM Ngepos, kabut dan gerimis meliputi gunung api tersebut Senin pagi ini, saat suhu udaranya 22,5 derajat Celsius, udara bertekanan 944,4 hpa, angin tenang.
Sementara Kepala Seksi Metode dan Teknologi BPPTKG Yogyakarta Kusdaryanto menyebutkan berdasarkan data pengamatan visual dan instrumental periode 30 November- 6 Desember 2018 disimpulkan bahwa kubah lava di salah satu gunung teraktif di Indonesia itu masih dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan relatif rendah.
BPPTKG Yogyakarta juga mendeteksi 35 kali gempa hembusan (DG), empat kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 13 kali gempa fase banyak (MP), 228 kali gempa guguran (RF), 23 kali gempa frekuensi rendah (LF) dan 11 kali gempa tektonik (TT) di Merapi. Intensitas kegempaan pada pekan pertama bulan Desember lebih tinggi dari minggu sebelumnya.
Berdasarkan data aktivitas vulkanik Merapi tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada.
Sementara ini BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian Gunung Merapi, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
BPPTKG mengimbau warga tetap beraktitivitas seperti biasa dan memperbolehkan warga menyaksikan aktivitas guguran lava dalam jarak aman, sekitar tiga kilometer dari puncak gunung, demikian dilansir Antara.




