Alami Penyempitan Usus, Iqbal  Mesti Menahan Sakit Ketika BAB Keluar dari Perutnya

 

JAKARTA  – Tiap detik tangisan hampir selalu terdengar dari salah satu sudut rumah di Desa Panjunan, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur.

Lingkungan rumahnya yang padat, membuat tangisan bocah laki-laki bernam Iqbal itu bisa terdengar nyaring. Tubuhnya mengurus, hanya perban dan selang infus yang senantiasa menemani Iqbal melewati masa-masa sakitnya.

Iqbal mesti menahan sakit ketika kotoran fasesnya keluar dari perut. Kondisi memprihatinkan Iqbal itu diceritakan oleh netizen bernama Arif Witanto di akun Facebooknya.

Sejak lahir, bocah berusia 2,5 tahun itu mengalami penyempitan usus besar, sehingga kesulitan untuk membuang kotorannya melalui dubur.

Iqbal menangis saat akan buang air besar (BAB), karena luka di perutnya belum mengering usai menjalani operasi pembuatan lubang keluar kotoran. Guna menampung kotoran tersebut, tubuh Iqbal selalu dimumi oleh pempers.

Menurut Arif, ayah Iqbal bekerja di bengkel, dengan penghasilan yang tak seberapa. Sedangkan ibunda Iqbal merupakan ibu rumah tangga. Dengan penghasilan pas-pasan mereka harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit, untuk memenuhi kebutuhan Iqbal.

“Samsul, ayahnya menuturkan kalau Iqbal hanya mengkonsumsi susu khusus dan tiap minggunya membutuhkan 4 kaleng dengan harga Rp.350 ribu per kaleng,” tulis Arif dalam postingannya.

“Selain itu Iqbal juga membutuhkan bedak anti iritasi (luka) seharga Rp.450 ribu per bulan. Dalam hitungan kasar, kebutuhan untuk merawat Iqbal menghabiskan dana sekitar Rp 8 juta per bulannya,” urainya.

Advertisement