BANDUNG – Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung, Ferdy Ligaswara menanggapi kritikan Kota Bandung yang belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“BPBD Kota Bandung. Ada atau tidak ada, tidak dalam posisi untuk jawab itu. Suatu teori kemajuan peradaban zaman di sebuah kota, dihadapkan tidak hanya potensi kebakaran, di negara maju sekalipun. Selaku ASN, berbeda baju tapi ada sinergitas (dalam hal penanggulangan bencana),” ujarnya, dilansir Tribun Jabar, Jumat (27/4/2018).
Selain itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Dicky Saromi, juga mengatakan penanggulangan bencana tidak dilihat dari baju dan institusinya.
“Semakin banyak yang membantu (penanggulangan bencana) semakin bagus. Yang paling penting sinergisitas. Kepentingan masyarakat harus didahulukan saat ada bencana,” ujar Dicky.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menulis di akun media sosial Twitter-nya pada Sabtu (21/4/2018) mengenai perlunya pembentukan BPBD di tingkat Kota Bandung.
Sutopo menulisnya setelah wilayah Pasteur, Bandung kembali dilanda banjir pada hari yang sama.
“Pasteur BTC Bandung masih terendam banjir. Sayangnya Pemkot Bandung sampai saat ini belum mau membentuk BPBD. Jika ada BPBD maka koordinasi penanggulangan bencana dapat dilakukan, baik pra, saat, pascabencana. Jadi bukan institusi yang respons tanggap darurat saja,” tulis Sutopo.





