Alasan Bedak Bayi Johnson&Johnson Tutup Produksi Tahun Mendatang

SAN ANSELMO, CALIFORNIA - OCTOBER 18: Containers of Johnson's baby powder made by Johnson and Johnson sits on a shelf at Jack's Drug Store on October 18, 2019 in San Anselmo, California. Johnson & Johnson, the maker of Johnson's baby powder, announced a voluntary recall of 33,000 bottles of baby powder after federal regulators found trace amounts of asbestos in a single bottle of the product. (Photo Illustration by Justin Sullivan/Getty Images)

JAKARTA – Ibu rumah tangga sudah pasti mengenal bedak bayi Johnson and Johnson. Bedak tabur merek ini sudah melekat di masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki bayi atau balita. Karena Johnson and Johnson merupakan salah satu produsen bedak bayi terkemuka tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

Akan tetapi ada hal mengejutkan dari Johnson dan Johnson. Dikarenakan pada tahun 2023 mendatang, bedak tersebut akan berhenti memproduksi

Ada 3 hal yang mendorong Johnson dan Johnson untuk membuat keputusan ini?

1. Menghadapi Ribuan Tuntutan Hukum Keputusan Johnson dan Johnson untuk berhenti membuat dan menjual bedak bayi dipicu oleh 38.000 keluhan dari konsumen dan penderita kanker. Mereka percaya bahwa bedak talek yang diproduksi oleh Johnson and Johnson dapat menyebabkan kanker karena mengandung asbes dan karsinogen.

2. Johnson dan Johnson membantah klaim tersebut dengan mengatakan mereka telah melakukan pengujian ilmiah selama beberapa dekade. Hasilnya, tidak ada kandungan racun yang ditemukan dalam bedaknya.

Johnson dan Johnson dengan tegas menegaskan bahwa bedak mereka aman digunakan.

3. Dalam temuan Reuters 2018, selama beberapa dekade Johnson dan Johnson telah mengetahui bahwa itu mengandung asbes dan karsinogen dalam bedak yang dihasilkannya. Berdasarkan catatan internal perusahaan, kesaksian pengadilan, dan bukti lainnya, bedak mentah dan jadi Johnson and Johnson kadang-kadang dinyatakan positif mengandung asbes. Dan diyakini telah terjadi setidaknya dari tahun 1971 hingga awal 2000-an.

Pada titik ini Johnson dan Johnson memutuskan untuk berhenti menjual bedak tabur mereka di Amerika Serikat dan Kanada. Namun, keputusan untuk menghentikan penjualan tidak terkait dengan dugaan adanya bahan berbahaya dalam produk yang mereka produksi.

Daripada mengakuinya, Johnson dan Johnson mengatakan permintaan atau permintaan untuk produk mereka telah turun karena “klaim keamanan produk”

 

Sumber: suara

Advertisement