SUKABUMI– Alat Pendeteksi bencana peringatan dini tsunami di Kabupaten Sukabumi ternyata masih minim.
Padahal dengan bentangan pesisir pantai yang mencapai 117 km wilayah Sukabumi termasuk wilayah rawan tsunami.
Saat ini, Kabupaten Sukabumi hanya memiliki sembilan alat deteksi dini. Peralatan bantuan dari Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Direktorat Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, baru dipasang di tiga dari sembilan kecamatan potensi tsunami di selatan Sukabumi.
Peralatan yang diberikan pihak ketiga BNPB 2013 lalu, dikonsentrasikan di empat unit pesisir pantai Kecamatan Cicarap, empat unit dipantai Tegablued, dan satu unit dipantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Sedangkan sebagian pesisir hanya dilakukan dengan system manual.
“Idealnya, dipasang di seluruh kecamatan yang memiliki pesisir pantai. Tidak hanya dikosenstrasikan di empat kecamatan saja,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi Irwan Fajar, Jumat (4/3) seperti diberitakan PR Online
Irwan Fajar mengatakan untuk mendukung proses evakuasi dan pencegahan telah mengoptimalkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Pengendalian Bencana dan perangkat TEWS di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jalan Cibadak-Palabuhanratu, Cikembang, Kecamatan Cikembar. Termasuk penyiagakan seluruh personel reaksi cepat penangulangan bencana disetiap desa dan kecamatan.
“Kendati tidak berharap terjadi tsunami, tapi penyiagaan seluruh peralatan dan personil akan terus ditingkatkan. Terutama memprioritas warga yang tersebar di enam kecamatan dipesisir pantai selatan,” pungkasnya.





