Aljazair Biarkan 13 Ribu Pengungsi Tersesat di Gurun Sahara

JAKARTA – Pemerintah Aljazair dilaporkan memaksa 13.000 pegungsi masuk ke Gurun Sahara, dan membiarkan mereka tersesat di sana dalam 14 tahun terakhir. Diwartakan AP via Al Jazeera Senin (26/6), kebanyakan dari para pengungsi yang masuk ke Sahara merupakan perempuan hamil dan anak-anak.

Mereka dilaporkan diusir dalam keadaan tanpa makanan dan minuman. Bahkan ada pasukan Aljazair yang menodong para pengungsi itu dengan senjata. AP memberitakan, pengungsi yang cukup beruntung melewati padang pasir tersebut bisa mencapai desa perbatasan Assamaka di Niger.

Sementara yang lainnya mengembara hingga ditemukan oleh pasukan penyelamat PBB. Para pengungsi yang selamat menjelaskan, banyak di antara mereka yang tewas. Salah satu migran yang selamat untuk menceritakan kisahnya adalah Janet Kamara dari Liberia.

“Semua orang sekarat dan menghilang karena mereka tidak tahu jalan. Saya kehilangan anak-anak saya,” kata Kamara dengan pilu.

Advertisement