WASHINGTON – Majalah Foreign Policy memperoleh email dari menantu sekaligus penasihat senior Trump, Jared Kushner. Advokat pro-Israel tersebut berkata, “Penting untuk memiliki upaya jujur dan tulus untuk mengacaukan UNRWA,” mengacu pada Badan PBB untuk pengungsi Palestina.
Emailnya, tertanggal 11 Januari, dikirim ke beberapa pejabat administrasi senior Trump, termasuk utusan perdamaian Timur Tengah Trump, Jason Greenblatt.
“Badan ini melanggengkan status quo, korup, tidak efisien, dan tidak membantu perdamaian,” tulis Kushner, menurut majalah Foreign Policy.
Majalah itu mengatakan inisiatif tersebut telah menghasilkan setidaknya dua RUU di Kongres yang berusaha untuk mengesampingkan UNRWA dan melucuti status pengungsi warga Palestina baik yang mengungsi di perbatasan maupun di seluruh wilayah.
Upaya ini berusaha untuk menghapus status pengungsi Palestina dari pembicaraan antara Israel dan Palestina, yang menjadi duduk permasalahan ini.
Anadolu Agency melaporkan minggu lalu mengenai salah satu RUU, yang diperkenalkan oleh Perwakilan Republik Doug Lamborn, yang berusaha membatasi pendanaan AS kepada UNRWA untuk semata-mata mendanai pemukiman kembali pengungsi dari perang Arab-Israel 1948.
Jika ini disahkan, undang-undang ini akan menghentikan pendanaan Washington untuk sebagian besar kegiatan UNRWA yang mencakup sekolah, makanan, layanan kesehatan dan keuangan mikro bagi 5,3 juta pengungsi dan orang-orang terlantar yang dimilikinya.





