JAKARTA – Syafa Nuraini (7 bulan) tampak ceria ketika tim Dompet Dhuafa datang ke pos pengungsian desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Ketika gempa datang, Nurhasanah, Ibu Syafa sempat berhasil membawanya keluar rumah, sebelum bangunan roboh.
Meskipun di pengungsian, Nurhasanah tidak lupa untuk memberikan makanan kepada bayinya. Hanya saja dia tidak bisa memberikan gizi yang cukup, karena memang kondisi pengungsian yang tidak begitu bersahabat dengan bayi. Selain itu, ketersediaan makanan kebanyakan adalah asupan instan untuk orang dewasa.
“Saya selalu kasih ASI setiap hari, biasanya juga kami kasih makanan instan pabrikan. Tapi sekarang sudah tidak ada yang jual,” jelas Nurhasanah di pengungsian (8/8).
Melihat hal tersebut, Dompet Dhuafa berinisiatif untuk menyediakan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) rumahan yang akan dikelola oleh dokter relawan dan konselor. Nantinya, MP-ASI tersebut akan distribusikan kepada pengungsi balita yang tersebar di beberapa pos pengungsian.
Sambil membagikan, tim Dompet Dhuafa juga akan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya memberikan makanan bayi rumahan, yang dibuat dengan bahan pangan lokal. Karena hal tersebut lebih dianjurkan secara medis, sekalipun tidak dalam kondisi bencana.





