Amerika Evakuasi Warganya dari Burundi

Dampak kekerasan di Burundi / BBC

BURUNDI (KBK) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengevakuasi warganya dari Burundi setelah serangan bersenjata ke 3 barak militer oleh kelompok pemberontak menewaskan 87 orang.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Personil Non-Darurat dan Pegawai Pemerintah AS yang bertugas di Burundi untuk keluar segera dari negara itu, karena meningkatnya kekerasan terkait dengan sengketa konstitusi karena Presiden Pierre Nkurunziza ingin terus menjadi presiden untuk periode ketiga.

“Konstitusi di Burundi hanya membolehkan seorang presiden memerintah hanya selama 2 periode, karena Nkurunziza bersikeras untuk terus lanjut ke periode ketiga mereka ditolak oleh sebagian rakyatnya, pecahlah perang saudara,” lapor Al Jazeera.

Jurubicara militer, Kolonel Gaspard Baratuza mengatakan, delapan petugas keamanan tewas setelah serangan hari Jumat kemarin.

“Jumlah korban terakhir dari serangan kemarin adalah 79 orang tewas di pihak penyerang, 45 ditangkap dan 97 senjata disita, dan di pihak tentara Burundi, delapan tentara dan polisi tewas dan 21 luka-luka,” kata Baratuza kepada kantor berita AFP.

Al Jazeera melaporkan, suasana mencekam melanda Bujumbura, Ibu Kota Burundi, Ahad (13/12/2015). Akibat perang saudara sudah 300.000 orang tewas antara tahun 1993 dan 2006.

Advertisement