JAKARTA (KBK) Â – Dalam paparannya di acara pelatihan amil zakat di Sekolah Amil Indonesia, Â Kasubdit Pemberdayaan Zakat Kemenag RI Dr Juraidi Maikan MA mengatakan bahwa amil zakat adalah pegawai Allah.
Menurut Juraidi mengutip ayat suci Al-quran surat At-Taubah ayat 63 amil zakat merupakan pegawai Allah yang semua ketentuan dan kepengurusannya telah diatur secara gamblang.
“Jadi petugas zakat diangkat oleh Allah, Â kalian semua pegawai Allah. Â SKnya ada di Al-Quran,” ucap Juraidi yang langsung diringi tepuk tangan peserta pelatihan dari berbagai LAZ BUMN di Depok, Â Jawa Barat, Â Jumat (17/3).
Juraidi menambahkan sebagai amil zakat harus berbangga karena salah satu ajaran islam ialah mensejahterakan umat. Zakat juga dipandang Juraidi sebagai sesuatu yang istimewa sebab hanya zakat yang menurut perintah Allah harus ada petugasnya.
“Kenyataannya di dunia, haji yang paling diurusi, Â sementara zakat belum. Untuk menjawab tantangan, selain profesional LAZ juga dituntut harus transparan untuk mendapatkan trust muzaki,” ucapnya.
Dikatakan Juraidi amil juga dalam menjalnkan tugasnya harus berkelompok berorganisasi karena bisa meringankan yang berat dalam membuat program pemberdayaan.
“Program pemberdayaan di perbanyak. Â Bukan Karikatif konsumtif. Tapi penerima manfaat harus menjadi pemberi manfaat. Untuk memenuhi itu saratnya amil harus profesional. Â Saya apresiasi kepada LAZ BUMN yang ikut pelatihan amil di sini, ” cetusnya.
General Manager YMB BRI Dwi Iqbal Noviawan mengatakan bahwa peningkatan kapasitas sebagai amil zakat merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi dan bekerjasama dengan Sekolah Amil Indonesia merupakan sebuah langkah strategis.
“Kerena Sekolah Amil Indonesia mendapatkan pengakuan dari Badan Nasional Setifikasi Profesi,” jelasnya





