JAKARTA (KBK) Â – Â Adanya dan hadirnya pelatihan amil yang dilakukan oleh Sekolah Amil Indonesia membuat beban psikologis LAZ berkurang. Menurut Pimpinan LAZ PLN Suryanto hal ini patut diapresiasi ditengah keraguan terhadap profesionalitas LAZ BUMN.
“Pelatihan Amil LAZ BUMN di Sekolah Amil Indonesia bisa menjadi bargaining posision terhadap BAZNAS,” ucap Suryanto dalam paparannya di acara Pelatihan LAZ BUMN di Depok, Jawa Barat, Â Jumat (17/3).
Suryanto menuturkan pelatihan tersebut ia ikuti tak lain karena tengah resah melihat dan merasakan kondisi LAZ BUMN khusunya terhadap kondisi psikologis dengan adanya UU no 23 dan inpres no 3 .
“itu beban buat kami. Karena kebijakan pemerintah bagaimana memandang LAZ dibawah BUMN masih dibayangi keraguan. Â Semoga ikutnya kami dalam pelatihan ini bisa meloloskan LAZ BUMN dan meningkatkan trust,” tambahnya.
Dalam paparannya Suryanto pun banyak mengucap terimaksih kepada jajaran Sekolah Amil Indonesia. Karena dengan pelatihan yang diadakan Sekolah Amil Indonesia para amil di LAZ BUMN dapat menjadi lebih profesional dan kompeten.
“Sekolah amil ini lahir ketika perbincangan yang tidak begitu serius di Surabaya, Â saya masih ingat terhadap rasa dan pikiran sendiri bagaimana kita memperlihatkan diri kepada bangsa khususnya BAZNAS. Saya yakin bahwa LAZ BUMN bisa mendapatkan tempat dan munculah gagasan kita menyekolahkan amil untuk BUMN,” tutupnya.





