WASHINGTON – Amnesty International mendesak Amerika Serikat menyelidiki penggunaan penahanan dan penyiksaan oleh Uni Emirat Arab di Yaman, karena menurut Amnesty AS mendukung kampanye militer UEA di Yaman.
Amnesty mengatakan bahwa mereka menyelidiki 51 kasus pria yang ditahan oleh pasukan keamanan Yaman, yang didukung oleh UEA, antara Maret 2016 dan Mei 2018, di provinsi Aden, Lahij, Abyan, Hadhramaut dan Shabwah dan 19 masih hilang.
“Pada akhirnya pelanggaran ini, yang sedang terjadi dalam konteks konflik bersenjata Yaman, harus diselidiki sebagai kejahatan perang, ” tandasnya, dilansir Middle East Monitor, Jumat (20/7/2018).