YAMAN – Kelompok HAM internasional mendesak negara-negara Barat untuk berhenti memasok senjata ke pihak-pihak yang terlibat konflik di Yaman.
Seruan tersebut dinyatakan pada Rabu (6/2/2019), setelah ada laporan Arab Reporters for Investigative Journalism yang berkantor di Amman jika banyak senjata jatuh ke tangan ekstremis.
Peneliti Amnesty International Patrick Wilcken mengatakan, menjamurnya militan di Yaman, yang menurutnya didukung Uni Emirat Arab “memperburuk krisis kemanusiaan yang merugikan warga sipil.
Dilansir AP, Wilcken mengatakan senjata-senjata dari Amerika dan Inggris jatuh ke tangan militan-militan al-Qaida dan ISIS.
Sebelumnya Jerman, Belanda dan Norwegia telah membatasi kesepakatan jual beli senjata dengan anggota-anggota koalisi, sementara beberapa negara Barat lainnya ,termasuk Amerika dan Inggris, terus memasok senjata.





