Harapan Ibu dari Anak Penderita Kelainan Otak di Palangkaraya

Nurul Hikmah (29), seorangĀ  ibu dari Muhammad Ryan balita berumur 2,7 tahun yang menderita penyakit otak mengecil berharap bantuan/ Antara Kalteng

PALANGKARAYA – Nurul Hikmah (29), seorangĀ  ibu dari Muhammad Ryan balita berumur 2,7 tahun yang menderita penyakit otak mengecil sebelah dari sejak lahir, berharap bantuan untuk menyembuhkan penyakit anaknya,

Dia berharapĀ  Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah berkenan memberikan BPJS Kesehatan gratis untuk pengobatan penyakit anak semata wayangnya itu.

“Saya berharap dari pemerintah kota setempat bisa memberikan BPJS Kesehatan gratis untuk mengurangi biaya pengobatan penyakit anak saya, yang harus banyak mengikuti terapi di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya,” kata Hikmah di rumahnya di Jalan dr Murjani Gang Jingah, Rabu (6/1/2019), dikutip Antara.

Hikmah menuturkan, menurut dokter, penyakit otak mengecil sebelah yang diderita anaknya tersebut dapat disembuhkan apabila sang anak rutin menjalankan terapi dan pengobatan sesuai anjuran dokter yang pernah memeriksa penyakit anaknya itu.

Beberapa waktu lalu, balita penderita penyakit otak mengecil itu mendapatkan bantuan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng sebesar Rp5 juta. Uang sebanyak itu langsung digunakan sang ibu untuk mendaftarkan BPJS Kesehatan mandiri untuk balita Ryan.

Dengan membayarkan BPJS Kesehatan si anak bertujuan agar pembiayaan terapi anaknya tersebut tidak mahal, karena selama ini anak pasangan dari Jihan (39) dan Nur Hikamah tersebut terkendala pendanaan untuk berobat.

“Ketika dapat bantuan dari pihak kepolisian, saya dan suami saya langsung mendaftarkan BPJS Kesehatan anak saya yang tujuannya untuk berobat. Namun BPJS Kesehatan itu kami bayar mandiri, kalau boleh berharap pemerintah kota bisa menggratiskan BPJS Kesehatan anak saya,” katanya.

“Apabila kami mendapatkan BPJS Kesehatan secara gratis dari pemerintah, tentunya pengobatan anak saya bisa berjalan maksimal. Kalau sekarang, kami masih membayar sendiri, terkadang kami juga tidak mampu,” ucapnya.

 

Advertisement