Amnesty Klaim Miliki Bukti ARSA Lakukan Pembantaian

Ilustrasi Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA), yang sebelumnya dikenal sebagai Harakatul Yakeen, berdiri membela Rohingya. Foto: Al Jazeera
MYANMAR – Amnesty International mengatakan memiliki bukti bahwa para pejuang dari kelompok bersenjata Rohingya (ARSA) menewaskan puluhan anggota Hindu  di negara bagian Rakhine Myanmar tahun lalu.

Dalam laporan yang diterbitkan pada hari Selasa (22/5/2018/,  kelompok hak asasi global tersebut mengatakan para pejuang dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menangkap dan membunuh sebanyak 99 warga sipil Hindu pada 25 Agustus 2017.

Pembunuhan di kota Maungdaw terjadi pada hari yang sama ketika ARSA melancarkan serangan terhadap sekitar 30 pos keamanan di Rakhine.


Serangan-serangan itu memicu penumpasan militer brutal yang memaksa hampir 700.000 orang Rohingya ke Bangladesh.

Pengungsi Rohingya mengatakan pasukan keamanan Myanmar membunuh dan memperkosa ratusan, dan membakar rumah mereka,  sebuah kampanye yang dikatakan PBB sebagai pembersihan etnis.

Warga Rohingya ditolak kewarganegaraannya di Myanmar dan telah lama mengeluhkan penganiayaan di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha.

Sementara dugaan kejahatan terhadap Muslim Rohingya telah didokumentasikan secara luas, laporan Amnesty pada hari Selasa adalah penelitian pertama ke dalam pelanggaran yang dilakukan oleh ARSA.

Tirana Hassan, direktur penanggulangan krisis Amnesty, mengatakan para pelaku pembunuhan harus dimintai pertanggungjawaban.

“Sulit untuk mengabaikan kebrutalan belaka tindakan ARSA, yang telah meninggalkan kesan tak terhapuskan pada orang-orang yang selamat yang telah kami ajak bicara,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Akuntabilitas atas kekejaman ini sama pentingnya dengan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar di negara bagian Rakhine utara,” tandasnya, dilansir Aljazeera.

Advertisement