BAGHDAD (KBK) – Akibat perang yang tak berkesudahan di Irak, kelompok yang paling rentan menjadi korban adalah anak-anak.
Wakil Sekjen PBB khusus untuk Irak, Jan Kubis, dan Perwakilan PBB untuk anak-anak (UNICEF) di Irak, Peter Hawkins, menyuarakan keprihatinan mereka, Kamis (3/12/2015).
Pada tanggal 26 November, delapan anak tewas dan enam lainnya terluka selama operasi militer di desa Al Halabsa, dekat Kota Fallujah.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, PBB telah memverifikasi 15 insiden tambahan yang tercatat dalam rentang waktu Oktober dan November, berupa serangan terhadap daerah sipil di Fallujah, oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik.”
Sementara itu, Misi Bantuan PBB di Irak (UNAMI) dan UNICEF juga menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang keselamatan anak-anak Irak yang terus menderita dari efek permusuhan di seluruh negeri.
“Operasi yang sedang berlangsung di Ramadi, Mosul, Tala’afar dan daerah yang terkena dampak konflik di Irak meningkatkan risiko pelanggaran berat tambahan dari hak-hak anak,” kata juru bicara itu.
Seperti dilansir Xinhua, Jumat (4/12/2015) UNAMI dan UNICEF telah mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk mematuhi prinsip-prinsip proporsionalitas dan perbedaan dalam proses operasi militer, guna melindungi anak-anak dan warga sipil lainnya dari efek kekerasan dan untuk menghormati hak sipil untuk sekolah dan fasilitas medis.





