Anak-Anak Suriah di Libanon Dipaksa Kerja

Anak-anak Suriah di Libanon / Al Jazeera

BEIRUT—Anak-anak Suriah yang mengungsi di Libanon dipaksa bekerja. Mereka mendapat upah yang sangat minim, bahkan ada yang tidak dibayar. Kondisi mereka juga sangat rentan. Demikian dilaporkan LSM antiperbudakan setempat.

Sekira satu juta warga Suriah yang melarikan diri di Libanon. Jumlah mereka setara dengan seperempat penduduk Libanon. Mereka tidak bisa bekerja, sementara kebutuhan makan harus dipenuhi sehari-hari.

Freedom Fund, sebuah LSM antiperbudakan amelaporkan, beberapa perusahaan memilih kelompok usia muda, atau anak-anak untuk efesiensi. Upah mereka lebih murah daripada pria dewasa. Mereka juga rawan terhadap eksploitasi seksual. Laporan ini didasarkan pada wawancara dengan pejabat setempat, pengungsi, badan-badan internasional dan LSM lokal.

“Temuan kami menunjukkan, (kerja paksa) menjadi lazim di tengah keputusasaan pengungsi,” demikian kata laporan itu seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (12/4/2016).

Laporan tersebut juga mengunkapkan, ada 60 hingga 70 persen pengungsi anak-anak yang menjadi korban kerja paksa. Mereka harus bekerja untuk mendapat uang atau supaya diizinkan tinggal di pemukiman informal. “Hampir tidak mungkin bagi orang tua untuk menolak permintaan ini,” kata laporan itu.

Anak-anak itu ada yang bekerja di jalanan, mengemis, menjual bunga, menyemir sepatu atau membersihkan kaca jendela mobil. Mereka juga juga bekerja di pasar, pabrik aluminium, dan toko-toko setempat.
 

Advertisement