Anak Korban Gempa Lombok Perlahan Bisa Lupakan Trauma

ilustrasi Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat yang dibangun di sekitar pemukiman tempat tinggal mereka di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8). Warga terpaksa tinggal di tenda darurat di ruang terbuka seperti sawah, lapangan dan halaman rumah mereka karena khawatir akan adanya gempa susulan, dan para pengungsi berharap mendapatkan bantuan berupa makanan, air dan selimut. ANTARA

LOMBOK – Trauma yang melekat pada anak-anak korban gempa di Lombok mulai bisa teratasi dengan dilakukannya beberapa terapi.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial Nahar mengatakan rasa takut dengan gempa susulan masih ada, tapi nampak mulai bisa diatasi dan nampak hilang saat mereka diberikan ruang bermain dan beraktivitas positif lainnya..

Dia mengatakan, saat ini kondisi psikis anak-anak korban gempa di Pulau Lombok dan sekitarnya mulai membaik dengan adanya pendampingan tim Layanan Dukungan Psikososial.

“Mereka tampak senang dan kondisinya semakin baik saat dikunjungi dan didampingi Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos),” kata dia, dikutip Antara, Jumat (31/8/2018).

Layanan psikososial yang diberikan untuk anak selain bermain juga bernyanyi, mendongeng serta berbagai kegiatan lainnya lewat Pondok Anak Ceria.

Meski mereka masih ketakutan dan panik serta menangis ketika terjadi gempa susulan, namun mereka tetap berharap bisa segera kembali ke sekolah.

Saat ini Kemensos menggandeng 22 lembaga yang bergerak dalam perlindungan anak dalam penanganan anak-anak korban gempa.

“Jumlah lembaga bisa terus bertambah dan semua sepakat untuk saling mendukung untuk melindungi anak-anak korban gempa,” ujar Nahar.

Advertisement