JAKARTA – Namanya Hitarth Dholakia (23). ia adalah anak Savji Dholakia, miliarder sekaligus pebisnis berlian asal India dengan nilai kekayaan Rp12,8 triliun. Usai menamatkan kuliah di Amerika Serikat Hitarth justru diperintah sang ayah keluar dari rumah dan hanya memberinya 500 rupee atau senilai sekitar Rp105 ribu untuk bertahan hidup.
Hitarth diminta merantau ke sebuah kota kecil di pedalaman India, Hyderabad. Dia dilarang membawa ponsel, tidak boleh memanfaatkan koneksi keluarga, dan tidak diberi tempat tinggal untuk menetap.
Savji memang sengaja memperlakukan anaknya seperti itu. Tujuannya, supaya si anak bisa merasakan secara langsung penderitaan dan kesakitan orang miskin. Seperti dilansir dari India Today (9/3), Hitarth harus berjuang dari nol.
“Saya adalah lulusan AS, memiliki lisensi pilot serta pemegang sertifikat GIA Diamond Grading, namun tidak ada yang membantu saya di Hyderabad. Setelah sampai sini, saya mulai mencari pekerjaan karena saya hampir tidak punya uang,” ungkap Hitarth.
Dia berhasil mendapatkan tempat kost dengan biaya sewa hanya 100 rupe atau sekitar Rp21 ribu/bulan tetapi satu kamar diisi oleh 17 orang. Tiga hari kemudian dia diterima di sebuah perusahaan makanan internasional dengan gaji 4000 rupee atau sekitar Rp841 ribu.
Namun Hitarth hanya sanggup bekerja 5 hari sebelum akhirnya resign. Sekitar dua bulan Hitarth mesti melakoni hidup seperti itu. Hingga pada masa akhir percobaannya, adik perempuan Hitarth, Krupali berkunjung ke rumah singgahnya dan menjemputnya.





