BANGLADESH – Gambar memilukan digores anak-anak pengungsi Rohingya yang menunjukan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar, yang jelas terekam dalam pikiran anak-anak.
Dalam satu gambar, Manzur Ali yang berusia 11 tahun menggambar bagaimana rasanya meninggalkan desanya di Boulibazar, Myanmar, dengan anak laki-laki itu menarik kepala perempuan mereka seraya dipotong-potong, dan ditembak.
Gambar juga menunjukkan orang-orang dicekik dan ditembak dari sebuah helikopter.
Dilansir The Sun, gambaran lain dari Kurshida berusia 12 tahun berbeda yakni menggambarkan rumahnya dirumah terbakar, begitu pula adik perempuannya yang baru lahir ditembak.
Gambar mereka telah mengungkapkan kenyataan yang menghancurkan di balik pecahnya kekerasan di negara bagian Rakhine, dengan lebih dari 240.000 pengungsi anak-anak melarikan diri ke Bangladesh sejak akhir Agustus.
Militer negara tersebut telah banyak dikecam karena menggunakan taktik menghebohkan sebagai bentuk pembersihan etnis.
Menurut Unicef, lebih dari 1.400 anak telah melintasi perbatasan dengan orang tua dan banyak yang menunjukkan tanda-tanda trauma dan berjuang untuk berinteraksi dengan orang lain dan gemetar ketakutan.
Unicef mengatakan jika anak-anak sekarang sangat membutuhkan pertolongan, mengatakan bahwa banyak dari mereka sangat trauma setelah melihat kengerian itu terungkap di depan mereka
Lembaga bantuan mencoba memenuhi permintaan, menawarkan konseling untuk anak-anak Rohingya dan menyiapkan tempat bagi mereka untuk bermain dan bersantai.
Fatimah Khyrunnahar, petugas perlindungan anak dengan UNICEF yang sedang bekerja untuk mengatur apa yang disebut agensi “tempat ramah anak” dalam kemelaratan dan kesengsaraan di kamp Rohingya, mengatakan “Anak-anak ini telah mengalami pengalaman yang mengerikan.” tuturnya.
Selain itu, lebih dari 600.000 anak, termasuk banyak anak yatim , diperkirakan akan melarikan diri ke Bangladesh pada akhir tahun ini.





