Anaknya Meninggal karena Kabut Asap, Bapak ini Berharap SP3 Karhutla Dicabut

Ilustrasi kebakaran hutan di Riau/ Foto: Antara

RIAU – Mukhlis, seorang bapak dari Muhanum Anggriawati, yang setahun lalu meninggal gara-gara kabut asap di Riau berharap kasus penyelidikan kebakaran hutan dan lahan dilanjutkan.

Tepat pada 10 September 2015 lalu, murid SD ini mengembuskan napas terakhir karena pekatnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan pada tahun lalu.

Setahun berlalu, 15 perusahaan yang diduga menjadi biang asap di Riau dan disinyalir penyebab kematian Hanum, perkaranya dihentikan Polda Riau. Alasannya karena tidak cukup bukti. SP3 pun dikeluarkan, dan 15 perusahaan tadi terbebas dari jeratan hukum.

Kamis (3/11/2016), Mukhlis dihadirkan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk memberikan testimoninya terkait praperadilan 15 perusahaan mengaku tak begitu paham soal SP3.

Ia hanya berharap, sanksi tegas diberikan kepada 15 perusahaan yang diduga menjadi pembakar hutan di Riau. “Yang jelas sepengetahuan saya, perkaranya dihentikan. Kalau ditanya harapan, ya (SP3 itu) dicabutlah,” tegas Mukhlis menjawab pertanyaan Hakim Sorta Ria Neva, seperti dilansir liputan6.com.

Ia mengenang masa dimana anaknya merasakan sesak nafas dan kala itu dibawa ke Puskesmas terdekat. “Sewaktu di puskesmas, itu petugas di sana menyatakan anak saya sakit karena kabut asap. Karena sakitnya semakin bertambah, saya bawa ke Rumah Sakit Arifin Ahmad,” kata Mukhlis di depan Hakim Sorta.

Beberapa hari dirawat, Hanum sempat tak sadarkan diri terbangun sebentar. Hanum berbisik ke Muhklis bahwa ia sudah tak ada lagi di dunia lagi. “Kata anak saya dia tak di dunia lagi. Beberapa hari kemudian, anak saya meninggal di rumah sakit,” sebut Mukhlis.

Meski hingga kini ia tak pernah menerima rekam medis anak perempuan sulungnya itu dari rumah sakit, ia yakin anaknya meninggal karena asap. “Sampai sekarang tidak pernah menerima rekam medis dari rumah sakit. Belum saya terima sampai sekarang,” ucap dia.

Pengakuan Mukhlis ini membuat Hakim Sorta prihatin. Dia mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Hanum. “Kita semua menjadi korban,” sebut Sorta.

Advertisement