MAJALENGKA-Anggaran pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Majalengka tahun 2016 turun hingga Rp 84 miliar dibanding tahun 2015.
Anggaran pembangunan jalan tahun ini hampir sebagian besar untuk pelaksanaan pelebaran ruas jalan antara Tojong-Jatiwangi-Jatitujuh.
Untuk perbaikan sejumlah ruas jalan lainnya terpaksa ditunda, atau kalaupun diperbaiki hanya sebagian saja tidak akan tuntas diperbaiki tahun ini.
Menurut keterangan Kepala Bidang Bina Marga, Yana Ruhyana, tahun 2015 lalu anggaran untuk pembangunan kalan mencapai kurang lebih Rp 324 miliar sedangkan tahun ini turun hanya sebesar Rp 240 milyar.
Penurunan anggaran berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi yang mencapai setengahnya, semula bantuan mencapai Rp 100 miliar kini hanya Rp 50 miliar, demikian juga bantuan yang berasal dari APBN yang pada tahun lalu mencapai Rp 90 miliar kini hanya Rp 70 miliar.
Anggaran tersebut sementara ini akan difokuskan pada penuntasan pelebaran ruas jalan Tonjong-Jatiwangi sepanjang kurang lebih 6 km, ditambah pembebasan lana dan pelebaran jalan di ruas jalan tersebut sepanjang 800 meteran.
“Prioritas pelebaran dan penuntasan pembangunan jalan tersebut dilakukan untuk penyangga dan mengurai kemacetan manakala Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati dioperasikan tahun 2018 mendatang. Jalur ini akan menjadi jalur alternatif makanya harus dipersiapkan sejak awal,” ungkap Yana seperti diberitakan PR Online, Senin (21/3).
Jalan ini dibangun sebagai jalur alternatif dari BIJB agar pengguna kendaraan tidak seluruhnya mengambil jalur jalan Kertajati-Kadipaten sekaligus untuk mengurai kemacetan di Kadipaten serta memperluas kawasan pusat keramaian di Kabupaten Majalengka.
Untuk ruas jalan antara Tonjong hingga Bundaran Baribis pelebaran dilakukan bersamaan dengan pembebasan lahan, sehingga anggaran untuk itu butuh anggaran cukup besar, lebar jalan rencananya akan sama dengan lebar jalan Tonjong yang mencapai 10 meteran.
“Untuk pelebaran ruas jalan Tonjong-Baribis ini berasal dari APBD Provinsi dan kabupaten sedangkan pembebasan lahannya berasal dari APBD Kabupaten. Pembangunan dan pelebaran jalan ditargetkan selesai tahun ini juga sehingga ketika BIJB dioperasikan jalur alternatif sudah benar-benar tuntas dan siap dilalui,” ujar Yana.
Menyinggung soal perbaikan sejumlah ruas jalan yang kondisinya kini rusak parah seperti ruas jalan antara Gandu-Panongan, Kecamatan Jatitujuh, atau ruas jalan Sukahaji-Padahanten yang sebelumnya pernah diperbaiki menurut Yana, itu akan dilakukan perbaikan namun hanya sebagian saja sehingga tidak bisa tuntas tahun ini.
“Perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak akan dilakukan secara bertahap, sebagian dilakukan perbaikan tahun depan atau anggaran perubahan tahun ini,” ungkap Yana





