BOGOR – Pemerintah Kota Bogor Jawa Barat mencairkan anggaran pemulihan pascabecana angin puting beliung sebesar Rp1,5 miliar untuk melalui belanja tidak terduga dan bantuan sosial.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan anggaran sudah dicairkan Senin (10/12/2018dan dia meminta penyalurannya sudah mulai Selasa (11/12/2018).
Dia mengatakan, dari sekitar Rp5 miliar anggaran belanja tidak terduga (BTT) dan Bansos yang dimiliki Pemkot sudah dicairkan Rp1,5 miliar.
Bima menjelaskan skema penyalurannya akan dilakukan dengan sistem skala prioritas agar warga yang sangat membutuhkan didahulukan.
“Anggaran diperuntukkan untuk membantu memperbaiki rumah warga yang rusak dengan menyesuaikan mana yang lebih prioritas,” katanya, dikutip Antara.
Teknis penyalurannya, lanjutnya, akan diatur oleh Tim Koordinasi Bencana, bersama lurah dan RT/RW, dan dipastikan dapat dibagikan dalam satu-dua hari ke depan setelah uang cair.
“Mayoritas atapnya rusak, jadi akan kami salurkan dalam bentuk material, seperti asbes dan lain sebagainya,” kata Bima.
Menurutnya, anggaran tersebut masih terbilang kurang dan belum bisa menjangkau semua masyarakat yang terdampak. Karena berdasarkan data terakhir dari tiap kelurahan ada total sekitar 1.821 rumah yang rusak.
Rumah yang terdampak bencana ini tersebar di delapan kelurahan di Kota Bogor, empat kelurahan terparah antara lain Pamoyanan, Batutulis, Cipaku dan Lawanggintung.





