Anggota DPD : Disabotase Atau Tidak, Drainase Jakarta Terbukti Buruk

Ilustasi Banjir

JAKARTA-Temuan tumpukan kulit kabel hingga 12 truk di seputaran selokan Jalan Medan Merdeka Selatan, yang mengakibatkan banjir menandakan masih buruknya sistem dan manajemen pengelolaan dan pemantauan saluran air di Jakarta.

Melihat kondisi ini, anggota DPD Jakarta mengatakan, seharusnya terlebih menjelang musim hujan, Dinas terkait terutama Dinas Tata Air sudah memastikan tidak ada hambatan di semua got, selokan, dan saluran air lainnya di Jakarta sehingga genangan air akibat hujan bisa mengalir lancar dan banjir bisa dihindari.

“Disabotase atau tidak, temuan kulit kabel ini bukti pengelolaan drainase Jakarta buruk. Harusnya menjelang musim hujan, pengecekan semua saluran air dilakukan tiap hari, terlebih di Medan Merdeka Selatan yang kita tahu area ring satu,”kata Wakil Ketua Komite 3 DPD, Fahira Idris, dalam rilisnya kepada KBK Kamis (3/3).

Lebih lanjut, menurut Fahira, amburadulnya tata ruang Jakarta ditambah usia drainase yang sudah uzur dan tidak dikelola dengan baik membuat banjir akan terus ramah menyapa warga Jakarta.

Idealnya, sebelum musim penghujan datang, Pemprov DKI Jakarta sudah ada pemetaan permasalahan sehingga persoalan saluran air yang tersumbat, pompa yang tidak berfungsi, listrik yang mati, ataupun tuduhan-tuduhan sabotase, tidak terus menjadi alasan setiap banjir datang.

Fahira mengungkapkan, setiap terjadi banjir, wacana yang selalu dilemparkan Pemprov DKI bukan menjelaskan apa yang menjadi solusi agar hambatan yang mengakibatkan banjir bisa diurai dan diselesaikan, tetapi opini-opini lain yang sama sekali tidak menyentuh substansi persoalan.

“Banjir kemaren kan lebih karena sistem drainase kita tak mampu menampung air hujan, bukan karena air kiriman, karena saya lihat tidak ada sungai yang meluap. Makanya, tidak ada pilihan lain, sistem drainase di Jakarta harus dievaluasi total karena curah hujan dari tahun ke tahun semakin tinggi,”pungkas perempuan yang juga pengusaha ini.

Advertisement