LARANTUKA—Akibat angin kencang, puluhan rumah penduduk di Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan roboh. Selama dua hari ini, hujan deras disertai angin mengguyur Flores Timur. Beberapa wilayah yang terdampak adalah Kelurahan Kota Larantuka, Pohon Bao, Lebao dan Gege.
Dionis Ndoi, seorang warga Larantuka, kepada Antara mengatakan, salah seorang warga meninggal dunia karena tertimpah pohon yang tumbang. “Orang yang meninggal itu berseragam pegawai negeri sipil, tetapi saya tidak tahu nama korban,” katanya, Selasa (7/2/2017).
Penjabat Bupati Flores Timur Emanuel Kara mengaku sedang berada di lapangan untuk memantau kerusakan bangunan akibat angin kencang. “Masih berada di lapangan untuk memantau keadaan. Sementara ini hujan deras dan angin kencang. Tidak bisa mendengar suara dengan jelas,” katanya dari balik telepon.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah bangunan yang mengalami kerusakan maupun korban jiwa, karena pemerintah masih fokus membantu warga yang mengalami kerusakan rumah.
Sementara itu, prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Sti Nenotek yang dihubungi terpisah mengatakan, kecepatan angin di Flores Timur pada Senin (6/2) mencapai 40 knot. “Untuk kondisi cuaca di Larantuka saat ini adalah kecepatan angin tertinggi pada sekitar pukul 01.00 WITA dini hari yang mencapai 40 knot,” katanya. Antara





