JAKARTA – Kasus gizi buruk anak-anak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menurun dari 213 kasus di 2014, menjadi 169 kasus di 2015.
Kehadiran Rumah Pemulihan Gizi (RPG) yang didirikan pemerintah kabupaten setempat pada 2014 untuk mengatasi permasalahan gizi yang ada menjadi salah satu sumbangsih menurunnya angka gizi buruk.
Berdasarkan keterangan pers dari Kementerian Kesehatan Kamis (15/9/2016), setelah setahun RPG berjalan, intervensi maupun pemberian produk inovasi untuk meningkatkan gizi anak-anak di sana terlihat hasilnya.
Ada banyak kegiatan RPG yang dilakukan, mulai dari pemeriksaan status gizi, edukasi gizi, pemeriksaan medis, dan skrining gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI).
Selain itu ada juga pemberian produk inovasi RPG. Mulai dari pemberian permen jelly kelor untuk menambah nafsu makan, kudapan dari tepung mocaf, menu makanan lengkap dengan gizi seimbang serta Formula 100 siap seduh. Kemudian ada pula kudapan dan Fomula 100 serta produk herbal untuk menambah nafsu makan dan memperlancar produksi ASI.
Dalam kunjungannya pada Rabu (14/9/2016), Presiden Joko Widodo yang ditemani Menteri Kesehatan Nila Moeloek pun meninjau RPG. Presiden Joko Widodo secara simbolis memberikan bantuan makanan tambahan dan paket sembako kepada ibu hamil, balita gizi kurang, anak sekolah, dan lansia.
Paket sembako yang diberikan terdiri dari beras, gula pasir, kacang hijau, susu dan telur ayam. Sedangkan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa biskuit yang diperuntukkan bagi 278 ibu hamil, 370 Balita gizi kurang dan 400 anak sekolah. Pemberian bantuan dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Landangan, Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, demikian dilansir Liputan6.com, Jumat (16/9/2016).



