Di Usia Kapan Hamil Berisiko Tinggi?

Ibu hamil Foto: ukhtiindonesia.com

JAKARTA – Bagi yang terus berusaha untuk mendapatkan anak, namun usia sudah mendekati senja, apa perlu terus berusaha atau memilih sabar sebagai jalan terbaik?

Dalam artikel Medical Daily dilangsir, hamil di usia tua disebutkan akan berisiko pada kesehatan ibu dan bayinya.

Namun, belum ada kesepakatan yang mutlak antara para ahli tentang usia wanita ke berapa dikatakan berisiko tinggi untuk hamil. Ada yang mengatakan umur 35 tahun, dan banyak yang berpendapat demikian.

Namun di sisi lain, sebenarnya kondisi seorang perempuan sangatlah berbeda.

“Umur tidak terlalu terkait dengan kesehatan bayi dan kesehatan tubuh Anda. Seorang perempuan 40 tahun bisa saja lebih sehat dari yang berumur 20 tahun, secara biologis,” ungkap Prudence Hall, M.D., Ob.Gyn, ahli kandungan yang juga pendiri Hall Center di Santa Monica, California.

Akan tetapi, diakuinya, menurut ilmu Parenting banyak perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh wanita di saat usia 35 tahun.

“Risiko tekanan darah tinggi selama kehamilan menjadi dua kali lipat untuk wanita di atas usia 35 tahun itu,” jelasnya.

Selain itu, juga risiko terkena diabetes gestasional antara dua sampai tiga kali. Risiko lain, kesulitan untuk lahir normal sehingga kemungkinan operasi caesar juga dua kali lebih tinggi.

Selain dari faktor-faktor ini, lanjut Hall, di usia 35 juga dianggap waktu yang berisiko untuk hamil karena berisiko juga untuk kesehatan bayi. Di usia 35 s.d 40 an, disinyalir kesempatan memiliki anak kembar dan kembar tiga meningkatkan secara signifikan.

“Ini mungkin karena fakta bahwa stimulasi hormonal yang merangsang perubahan di ovarium, karena itu di usia 35 sampai 40 itu, kemungkinan wanita akan melepaskan lebih dari satu telur jadi sangat tinggi,” kata Benjamin Younger, M.D., Direktur Eksekutif American Society for Reproductive Medicine, di Birmingham, Ala.

Dengan bertambahnya usia, risiko keguguran dan bayi cacat kromosom juga tinggi. “Setiap kasus harus dipertimbangkan secara individual,” ungkap Benjamin.

Namun demikian, jangan biarkan usia Anda menghentikan Anda untuk membentuk keluarga, tetapi berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan pilihan bijak sesuai kebutuhan pribadi Anda.

Advertisement