CIAMIS – Tahun 2016, serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Ciamis melonjak dibandingkan tahun lalu. Periode Januari hingga Juli 2016, tercatat 543 kasus penderita DBD.
“Secara kumulatif semestaer pertama 2016, tercatat 543 kasus, jauh lebih banyak dibandingkan total satu tahun 2015 sebanyak 390 kasus. Banyak faktor yang menjadi pemicu, salah satunya cuaca ekstrim,” tutur Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Dinas Kesehatan Ciamis, Maman Somantri, Kamis (4/8/2016).
Menurutnya jumlah penderita tersebut adalah yang tercatat di rumah sakit maupun puskesmas di wilayah tatar galuh Ciamis. “Mereka sudah positif kena DBD yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium. Memang ada kasus menurunnya jumlah trombosit akan tetapi bukan terserang DBD,” katanya, seperti dikutip KBK dari pikiran rakyat.
Selain faktor cuaca ekstrem, pola hidup masyarakat juga dianggap sebagai faktor penyebab. Untuk itu masyarakat harus melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk dengan melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massal.
Dia menegaskan bahwa kegiatan PSN lebih efektif memberantas DBD, dibandingkan dengan pengasapan atau fogging. Sebab pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan larva atau jentik nyamuk di dalam air tetap bertahan hidup.
“Tidak hanya menguras, menutup, mengubur akan tetapi juga mengawasi, media yang dapat menjadi media berkembang biaknya nyamuk tersebut. Fogging merupakan langkah akhir. Yang penting adalah kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS,” katanya.
Menurut dia, pengasapan dilaksanakan secara selektif dan mendapat pengawasan dari Dinas Kesehatan. Mengantisipasi dampak negatif, sebelum dilakukan pengasapan, harus ada kesepakatan serta kesanggupan warga menindaklanjuti dengan PSN.





