JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Firman Shantyabudhi, meminta agar masyarakat yang akan melakukan mudik dengan kendaraan pribadi untuk memerhatikan nomor pelat kendaraannya yang harus sesuai dengan tanggal ganjil genap.
Firman mengatakan bahwa mobil harus berangkat pada tanggal genap jika nomor pelat kendaraannya juga genap. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepadatan lalu lintas pada saat puncak arus mudik.
“Jadi, silakan mobil yang mau dipakai itu dilihat. Kalau itu genap, berangkatlah hari genap. Ketika kami nanti terapkan (ganjil genap) nanti masyarakat enggak kecewa,” kata Firman dilansir dari Antara, Kamis (20/4/2023).
Korlantas Polri, kata dia, telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di jalan tol, yaitu dengan menerapkan sistem satu arah, lawan arus, dan ganjil genap. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian masih memaksimalkan rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah dan lawan arus saja.
Firman mengatakan bahwa penerapan ganjil genap masih situasional dan berdasarkan diskresi kepolisian dengan memerhatikan volume kendaraan dan kapasitas jalan.
Ia menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk mencegah kesulitan bagi masyarakat yang akan mudik dan agar operasi mudik tetap menjadi operasi kemanusiaan.
Menurut Firman, dalam operasi ini, pihak kepolisian mengutamakan unsur pelayanan, tetapi peran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas juga sangat penting.
Saat ini, Polri masih melanjutkan penerapan sistem satu arah di sepanjang Tol Cipali dari KM 72 sampai KM 414 Tol Kalikangkung. Selain itu, diberlakukan juga sistem lawan arus dengan dua lajur di Tol Cikampek dari KM 47 sampai KM 70.
Hal ini dilakukan untuk mencegah penyempitan ruas jalan atau bottleneck dari arah Jakarta ke Timur (Transjawa). Agar tidak terjebak dalam kepadatan lalu lintas di tol, masyarakat disarankan untuk memanfaatkan jalan arteri pada malam hari, mengingat pada malam hari aktivitas masyarakat sudah menurun sehingga jalan lebih lancar.
“Ada keuntungannya ketika menjelang malam, masyarakat kami harapkan jangan terjebak. Malam itu masyarakat lokal sudah istirahat, jadi bisa dimanfaatkan jalur arteri itu,” kata Firman.





