YAMAN – 48 tentara Yaman yang sedang mengantri gaji tewas dan 80 lebih lainnya terluka di kota pelabuhan Aden, akibat serangan bomo bunuh diri.
Serangan bom terjadi saat para tentara sedang antri untuk pembayaran gaji di dekat pangkalan militer al-Sawlaban. Pihak berwenang mengatakan penyerang bergabung dengan para tentara yang sedang antri dan meledakkan dirinya.
Dilansir BBC, Senin (19/12/2016), kelompok militan ISIS telah mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut. Agustus lalu, ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sedikitnya 70 orang di satu pusat perekrutan tentara di Aden.
Berbagai faksi yang setia dengan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi -yang diakui dunia internasional sebagai pemerintah yang sah- menguasai sejumlah wilayah di kota pelabuhan tersebut.
Mereka menghadapi perlawaman dari kelompok pemberontak Syiah Houthi dan sekutunya, yang berhasil merebut ibu kota Yaman, Sanaa, tahun 2014 lalu dan beberapa kawasan barat laut Yaman.
PBB memperkirakan konflik di Yaman sejauh ini diperkirakan sudah menewaskan 7.000 jiwa dan sebagian besar korban adalah warga sipil.
Selain ribuan korban jiwa, konflik juga menyebabkan tiga juta warga Yaman harus mengungsi dan sekitar 18 juta lebih -atau 69% dari total penduduk- membutuhkan bantuan kemanusiaan.





