BOGOR – Peserta Deen Camp yang digelar oleh Dompet Dhuafa untuk anak-anak keturunan Indonesia-Australia sangat antusias dengan kegiatan yang dilakukan selama mengisi liburan di Masjid Al-Madinah yang berada di wilayah Zona Madina Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, Jawa Barat.
Walaupun kebanyakan mereka besar di Australia yang terkenal dengan sebutan Negeri Kangguru, mereka masih memiliki darah Indonesia.
“Kita kan sudah lama nggak kembali ke Indonesia. Aku sendiri sejak umur delapan tahun berada di Australia. Sewaktu aku kecil, wawasan dan pengalaman tentang Indonesia juga terbilang sedikit. Seperti apa itu peternakan kambing, atau wilayah-wilayah yang berada di luar area kota. So its interesting,” curhat Fathiya Laksono (19), peserta Deen Camp.
Sementara itu Ustadz Abdul Ghoni sebagai pemateri fiqih juga mengatakan jika peserta tertarik dengan momen ketika mengajarkan tayamum. Selain mampu menambah wawasan mereka tentang keislaman, melalui kegiatan tersebut juga memungkinkan untuk mendapati terjadinya pertukaran budaya.
“Ini sesuatu yang menarik. Karena para peserta memiliki karakteristik yang berbeda dengan siswa-siswi di Indonesia yang biasanya. Apa yang saya temukan di pengajaran hari ini adalah mereka cenderung ekspresif. Ini jarang sekali di Indonesia. Jarang sekali ada murid yang bilang ke pengajarnya, ‘kamu guru yang bagus’ atau ‘you’re the best ustadz’.,” tuturnya, sebagaimana dilaporkan Fajar.
Menurutnya dengan menjadi ekspresif seperti ini, pengajar menjadi tahu kondisi murid.
“Apakah muridnya tidak senang atau tidak paham tentang materi yang diberikan, dapat dengan mudah ditelaah dari budaya tersebut,” ujar Ustadz Abdul Ghoni.





