NAIROBI—Tim pencari dan penyelamat (SAR) Kenya masih melakukan upaya pencarian korban gedung runtuh di Nairobi. Hingga kini, sudah 51 orang dinyatakan tewas, sementara 28 lainnya dilaporkan hilang.
Pencarian dan penyelamatan kini diperkecil dan dialihkan ke kawasan sekitar Sungat Nairobi. Petugas gabungan dari Palang Merah Kenya, Layanan Pemuda Nasional, Nairobi County Council dan Angkatan Pertahanan Kenya bekerja sepanjang hari untuk menemukan korban.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pada Jumat (29/4) malam, sebuah bangunan hunian vertikal yang menampung 150 keluarga itu ambruk. Saat itu, kawasan ibu kota sedang dilanda banjir karena hujan deras tidak berhenti mengguyur Nairobi dan sekitarnya. Kepala Polisi Nairobi Japheth Koome mengatakan bahwa gedung itu sudah dinyatakan tidak layak huni. Tapi, para penghuni memilih tetap bertahan di sana meski bangunan tak aman.





