JAKARTA – Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Indonesia membantah Arab Saudi sudah menentukan kuota haji dan tidak memberikannya pada Indonesia.
Bantahan tersebut disampaikan melalui surat kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani, sekaligus membantah pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menyebutkan bahwa Arab Saudi tidak memberikan kuota jemaah haji untuk Indonesia.
Surat tersebut juga untuk merespons pernyataan wakil ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily yang menyebut ada 11 negara telah memperoleh kuota haji.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Bin Ahmed Abid Althaqafi menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh DPR terkait kuota ibadah haji bukan pernyataan resmi Arab Saudi.
Menurut Essam, informasi-informasi tersebut merupakan hal yang keliru.
“Dalam kaitan ini saya ingin memberitahukan kepada yang mulia bahwa berita-berita tersebut tidaklah benar dan hal itu tidaklah dikeluarkan oleh otoritas resmi kerajaan Arab Saudi,” kata Essam, dikutip Anadolu.
Menurut Essam, otoritas yang berkompeten mengenai kuota ibadah haji di Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan informasi terkait kuota haji. Bukan hanya untuk Indonesia tapi untuk seluruh negara lain di dunia.
“Otoritas yang berkompeten di Kerajaan Arab Saudi -hingga saat ini- belum mengeluarkan instruksi apa pun berkaitan dengan pelaksanaan haji tahun ini, baik bagi para jemaah haji Indonesia atau bagi para jemaah haji lainnya dari seluruh negara di dunia,” ujar Essam.
Menurut Essam, suratnya merupakan bentuk klarifikasi dan penyampaian fakta terkait pelaksanaan Ibadah haji di Arab Saudi.
Essam meminta seluruh pihak yang ada di Indonesia agar dapat melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak kedutaan atau otoritas resmi lainnya baik di Arab Saudi maupun di Indonesia agar mendapat informasi yang akurat.





