
Jakarta, KBKNews.id – I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang lebih dikenal sebagai Ari Askhara kembali ke jajaran pimpinan korporasi nasional. Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk itu resmi diangkat sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI).
Pengangkatan Ari Askhara diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026. Ia menggantikan Tirta Hidayat sebagai pucuk pimpinan emiten jasa transportasi energi dan infrastruktur maritim tersebut.
Penyegaran Direksi dan Komisaris HUMI
Selain Ari Askhara, RUPSLB HUMI juga menyetujui perubahan pada jajaran direksi dan komisaris lainnya. Indra Yurana Sugiarto diangkat sebagai Direktur, menggantikan Dedi Hudayana. Sementara di level komisaris, Mahdan dipercaya menjabat Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen, menggantikan AR Sofyan.
Dedi Hudayana sendiri bergeser ke posisi Komisaris HUMI, menggantikan Daryono. Manajemen HUMI menyampaikan apresiasi kepada jajaran sebelumnya atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi kinerja dan tata kelola perusahaan.
Langkah perombakan ini disebut sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi dan penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG), seiring tantangan industri maritim dan energi yang semakin dinamis pada 2026.
Fokus Strategi, dari Ship Owner ke Logistik Terintegrasi
Dalam pernyataan resminya, Ari Askhara menegaskan HUMI tidak ingin hanya diposisikan sebagai pemilik kapal semata. Ke depan, perusahaan akan diarahkan menjadi pemain terintegrasi di sektor maritim dan logistik energi nasional.
Beberapa fokus utama strategi HUMI di bawah kepemimpinan Ari antara lain:
- Pertumbuhan pendapatan yang sehat melalui sinergi grup
- Pengembangan dan optimalisasi armada
- Diversifikasi usaha yang berkelanjutan
- Efisiensi biaya operasional dan pengelolaan keuangan
- Peningkatan kualitas layanan dan keselamatan
Ia juga menekankan penguatan sumber daya manusia menjadi kunci untuk menjalankan strategi tersebut secara konsisten.
Komitmen ESG dan Tata Kelola Perusahaan
Selain aspek finansial dan operasional, manajemen baru HUMI turut menyoroti pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Ari menyebut HUMI berkomitmen menjalankan peta jalan ESG yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan global.
Dalam kerangka tersebut, HUMI menargetkan penerapan praktik pelayaran yang lebih ramah lingkungan, termasuk upaya menekan jejak karbon dan meminimalkan dampak operasional terhadap lingkungan laut. Komitmen ini dinilai krusial bagi industri maritim yang semakin dihadapkan pada tuntutan keberlanjutan.
Profil Ari Askhara, dari Bankir hingga CEO BUMN
Ari Askhara memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menempuh pendidikan sarjana di Yogyakarta pada periode 1990–1994.
Karier profesionalnya dimulai di sektor perbankan. Ari bergabung dengan Bank Mandiri sejak 1994 hingga 2005. Dia lantas melanjutkan kiprah di perbankan internasional, antara lain di Deutsche Bank, Barclays Investment Bank, dan Standard Chartered Bank. Selama lebih dari satu dekade, ia dikenal sebagai bankir dengan spesialisasi keuangan dan manajemen risiko.
Pada 2014, Ari mulai memasuki sektor kepelabuhanan dan transportasi nasional dengan bergabung di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Tidak lama berselang, ia dipercaya menjabat Chief Financial Officer (CFO) dan Risk Director di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai CEO Pelindo pada 2017–2018. Selanjutnya, dia menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2018–2020.
Kontroversi di Garuda Indonesia
Namun, perjalanan Ari Askhara di Garuda Indonesia berakhir kontroversial. Pada 2019, ia dicopot dari jabatannya oleh Menteri BUMN Erick Thohir setelah terbukti terlibat dalam kasus penyelundupan barang mewah berupa sepeda motor klasik Harley-Davidson.
Kasus tersebut terungkap melalui pemeriksaan Kepabeanan di Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan hasil investigasi, Ari dinyatakan sebagai pihak yang menginstruksikan pengadaan motor tersebut melalui skema pembayaran tertentu. Peristiwa ini menghentikan kiprahnya di maskapai pelat merah.




