Artis Kentut Pun Diliput

Raffi Ahmad - Attar Halilintar setiap hari bikin tayangan pamer kekayaan.

DULU penonton TV Indonesia tiap hari dicekoki tayangan tak bermutu, baik itu sinetron maupun gossip artis. Pemodal meracuni masyarakat demi rating. Kini setelah TV tergeser oleh internet, artis-artis itu sendiri yang tiap menit meracuni masyarakat lewat konten-konten sampah. Ironisnya, masyarakat kita ini banyak yang jadi penggila artis selebritis, apa pun tingkah polah mereka selalu dikagumi dan dipuja-puja. Pendek kata, artis kentut pun pasti jadi bahan untuk diliput!

Ketika media publikasi diri itu masih pakai TV, seburuk apapun tayangan TV swasta masih ada seleksi, karena dipantau oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Tapi giliran HP android yang berkuasa, artis-selebritis bebas merdeka bikin tayangan tanpa sensor dan pengawasan KPI. Kini tiap menit muncul tayangan sampah lewat Youtube, namun ironisnya masyarakat Indonesia tetap melahap habis konten-konten nggak jelas itu. Sebentar-sebentar jadi viral, duit pun mengalir deras ke pundi-pundi artis.

Terus terang, orang seperti penulis ini lebih akrab dengan tali plastic raffia ketimbang Raffi Ahmad, lebih paham band Gigi-nya Dewa Bujana atau giginya Novel Bamukmin, ketimbang Gigi bininya Raffi Ahmad. Begitu juga dengan halilintar menggeledek di musim penghujan, penulis lebih akrab ketimbang Atta Halilintar – Aurel yang juga berlomba bikin tayangan sampah demi rupiah.

Bayangkan, hanya istrinya berhasil mengandung anak pertamanya, Atta Halilintar memberikan hadiah bagi si janin berupa mobil berkelas. Ameena mulai bisa ngomong, dan Ameena main pasir ditemani ayahnya; dijadikan konten. Keluarga Raffi Ahmad idem dito, mau masuk rumah baru saja, kunci pintunya dari mana (Itali?) diceritakan panjang lebar. Lebih-lebih liputan Cipung anak keduanya, benar-benar berlebihan. Hanya Cipung pas beol saja belum dijadikan konten.

Bagi Raffi Ahmad dan Atta Halilintar, beli mobil baru itu dianggap jajan saja. Bagi mereka beli mobil mewah itu seperti rakyat biasa beli jajan pasar semacam cenil dan onde-onde. Jika rakyat biasa bisa beli mobil, itu kebanyakan pakai leasing atau kredit, yang knalpotnya jadi berbunyi: dit, dit, …..kredit!

Celakanya media online papan atas seperti Detikcom, ikut-ikutan latah bikin liputan tentang tingkah polah Raffi Ahmad dan Atta Halilintar ini. Seperti kekurangan berita saja, hanya soal bini Atta Halilintar si Aurel kehilangan HP di GBK Senayan, ikut memberitakan. Semoga saja wartawannya tak ikut sibuk mencari HP yang hilang itu, karena tergiur hadiahnya yang menarik.

Soalnya penulis pernah baca berita, sebuah koran di Eropa di tahun 1970-an muat iklan anjing hilang yang hadiahnya sangat menggiurkan. Kalau sekarang mungkin berhadiah miliaran jika dirupiahkan. Eh…., hari berikutnya koran tersebut tidak terbit. Usut punya usut, baik Pemred, Redaktur maupun reporternya ikut sibuk mencari anjing yang hilang itu.

Ulah Atta Halilintar dan Raffi Ahmad ini pernah disindir oleh Ade Armado dalam chanel Cakra TV, bikinlah tayangan mendidik bagi masyarakat, jangan tiap hari hanya pamer kekayaan pada warganet. Tapi ternyata hal ini dibela oleh Deddy Corbuzier dengan mengatakan, “Habisnya mereka bisanya hanya itu!” Pendek kata-kata itu, tapi sangat tajam menusuk.

Apakah Raffi – Atta Halilintar nyadar atas sentilan Ade Armando? Ya enggaklah! Mereka tetap bangga dengan kekayaannya dan dipamerkan terus setiap saat. Faktanya, Presiden Jokowi bersedia hadir dalam perkawinan Atta-Aurel, dan saat Jokowi mantu Kaesang, Raffi Ahmad dan istri diminta foto bersama denganya.  Ini merupakan sejarah kebanggaan bagi kedua selebritis itu nantinya.

Padahal Presiden Jokowi punya perhatian khusus pada keduanya, bukan karena prestasinya di dunia keartisan, melainkan hanya keduanya itu termasuk pembayar pajak terbesar bagi negara. Di masa Orde Baru, Pak Harto melihat artis dengan sebelah mata. Bahkan Bu Tien menilai artis penyanyi itu tak lebih seorang tledek di jaman kerajaan.

Saking kayanya pasangan Raffi Ahmad – Nagita Slafina, rekan sesama artis menyebutnya sebagai Sultan Andara. Makanya sang “permaisuri” si Gigi, saat kondangan Kaesang-Erina Gudono tempo hari, dengan pedenya berpakian santai macam mau main ke rumah tetangga saja. Dia pikir presiden dan sultan kang sederajat, hanya beda masa saja.

Raffi dan Atta adalah sultan bagi para pemujanya. Apa saja tingkah polah mereka selalu disanjung dan diacungi jempol. Soalnya semenjak era medsos ini, masyarakat kebanyakan semakin malas membaca. Senengnya hanya nonton dan mendengarkan. Makanya tayangan Youtube semakin laris. Mereka cukup tertawa ketika lucu, atau kaget jika ada hal yang mengejutkan. Warga net tak mau berpikir berat-berat, wong mikir ekonomi sehari-harinya sudah cukup berat. (Cantrik Metaram)

 

 

Advertisement