AS Akan Catat Nama Negara yang Dukung Resolusi PBB Tentang Yerusalem

Ilustrasi Pertemuan di DK PBB/Newsweek

WASHINGTON – Duta Besar AS Nikki Haley memperingatkan  bahwa dia akan melaporkan kembali kepada Presiden Donald Trump  nama-nama negara yang  mendukung rancangan resolusi yang menolak keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Majelis Umum PBB akan mengadakan sidang darurat pada hari Kamis (21/12/2017) untuk memberikan suara atas usulan  yang dikeluarkan Amerika Serikat di Dewan Keamanan.

“Presiden akan mengawasi pemungutan suara ini secara hati-hati dan meminta saya melaporkan kembali ke negara-negara yang memberikan suara menentang kami,” kata surat dari Haley yang dilihat oleh AFP.

“Kami akan mencatat masing-masing dan setiap suara mengenai masalah ini,” tulisnya kepada beberapa duta besar PBB.

Di Twitter, Haley memposting di Twitter bahwa “AS akan mencatat nama” selama pemungutan suara pada hari Kamis di majelis negara-193.

Sementara itu Turki dan Yaman meminta pertemuan mendesak tersebut atas nama kelompok negara Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Kedua negara mengedarkan sebuah rancangan resolusi pada hari Selasa yang mencerminkan tindakan yang diveto tersebut, menegaskan kembali bahwa keputusan mengenai status Yerusalem tidak memiliki dampak hukum dan harus dibatalkan.

Mesir telah mengajukan rancangan di dewan tersebut yang didukung oleh 14 anggota Dewan Keamanan lainnya dalam pemungutan suara pada hari Senin.

Seperti draf Mesir, teks di depan majelis tidak menyebutkan keputusan Trump namun mengungkapkan “penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.”

Advertisement