WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menetapkanĀ untuk mengumumkan putaran kedua sanksi bagi Iran pada bulan November, dimana Amerika dan Israel telah membentuk tim gabungan yang akan memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran di sektor teknologi tinggi.
Menteri Keuangan Israel Moshe Kahlon dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin Rabu (28/8/2018) mengumumkan pembentukan tim gabungan.
Keduanya dilaporkan telah bertemu di Washington untuk keempat kalinya dalam masa jabatan mereka. Menurut harian Haaretz Israel, pertemuan itu juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Departemen Keuangan, Shai Babad, dan atase ekonomi Israel di AS Eran Nitzan.
Pada bulan Mei tahun ini, Trump secara sepihak menarik AS dari perjanjian, yang sebelumnya Trump mengatakan kesepakatan tersebut sebagai “kesepakatan terburuk yang pernah ada”.
Langkah ini mengundang kritik luas di antara penandatangan lainnya dari perjanjian tersebut; Inggris, Prancis, Jerman, Cina dan Rusia.
Keputusan Trump untuk melanggar perjanjian internasional yang ditandatangani oleh pendahulunya, Barack Obama, mengikuti berbulan-bulan pembicaraan dan lobi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Washington kembali memberlakukan sanksi pada bulan Mei, yang terutama menargetkan sektor perbankan negara itu.
Sanksi tersebut dimaksudkan untuk menghalangi akuisisi mata uang AS oleh Teheran, perdagangan logam mulia,Ā transaksi bank dalam mata uang Iran,Ā kegiatan yang terkait dengan hutang sovereign Iran,dan sektor otomotif negara.





