AS Didesak Tuntut Jawaban dari Saudi Terkait Tewasnya Jurnalis Washington Post

Polisi Turki yakin Khashoggi dibunuh oleh regu pembunuh Saudi di dalam konsulat/ AFP

WASHINGTON –  Amerika Serikat diminta harus “menuntut jawaban” dari Arab Saudi tentang hilangnya dan dugaan pembunuhan jurnalis kontributor The Washington Post, Jamal Khashoggi yang tewas di Konsulat Arab Saudi di istanbul, Turki.

The Washington Post mengatakan Minggu (7/10.2018), jika AS juga berhak  menghukum kerajaan jika tidak membuka jalan kerjasama untuk penyelidikan.

Khashoggi, seorang kontributor The Washington Post yang telah mengkritik Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, tewas setelah menghadiri  sebuah janji dengan para pejabat Saudi pada hari Selasa di konsulat di Istanbul.

Sumber pemerintah Turki mengatakan bahwa polisi yakin wartawan itu dibunuh, namun  klaim tersebut telah dibantah  Riyadh.

“Amerika Serikat sekarang harus melakukan upaya bersama untuk menentukan semua fakta tentang hilangnya Khashoggi,” kata Washington Post dalam editorial, yang dikutip AFp.

“Jika putra mahkota tidak menanggapi dengan kerja sama penuh, sebagai langkah pertama, harus menangguhkan semua kerja sama militer dengan kerajaan,” kata Washiington Post.

Surat kabar itu meminta Turki untuk mengungkapkan bukti apa pun yang ada tentang dugaan pembunuhan Khashoggi, dan “tidak ada jalan lain untuk menyelidiki.”

Ia juga mengatakan bahwa Riyadh harus menjelaskan kehadiran sekitar 15 warga Saudi, beberapa dari mereka pejabat, yang melakukan perjalanan ke Istanbul dan berada di konsulat pada saat yang sama dengan Khashoggi.

“Kami berharap terhadap harapan bahwa Tuan Khashoggi tidak terluka dan akan segera kembali ke meja tulisnya,” tambah pernyataan surat kabar tersebut.

“Jika laporan tentang pembuktiannya terbukti benar, kesedihan harus disertai dengan akuntabilitas bagi mereka yang melakukan pembunuhan dan mereka yang memerintahkannya.”

 

Advertisement