JAKARTA – (KBKNEWS) – 3/11 – AMERIKA Serikat dilaporkan kembali menyerang Iran pada Selasa (3/11) dini hari waktu setempat, dan yang disasar antara lain Pulau Qeshm, wilayah Iran di Selat Hormuz.
Karena lokasinya yang mendominasi Selat Hormuz—jalur logistik energi dan minyak mentah paling vital di dunia—Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melengkapi pulau ini dengan pangkalan angkatan laut yang masif.
Fasilitas tersebut mencakup silo rudal anti-kapal dan jaringan terowongan bawah tanah yang digunakan untuk mengoperasikan kapal selam serta kapal serang cepat.
Washington mengeklaim operasi tersebut sebagai “langkah defensif” untuk menargetkan sistem pertahanan udara Iran yang dinilai mengancam aset militer AS dan keamanan kapal dagang komersial di Selat Hormuz.
Kantor Berita Anadolu yang dikutip CNNI (3/11) menyebutkan, serangan AS dilancarkan saat Presiden AS Donald Trump berupaya memperkecil kemungkinan serangan berskala besar terhadap Iran, menyusul pemilu paruh waktu yang berlangsung pada Selasa waktu setempat.
“Kita pernah berperang dengan Iran. Kita menang. Entah apakah itu bisa disebut perang atau bukan, karena kita sudah tidak terlibat pertempuran apa pun selama berbulan-bulan,” ujar Trump pada Senin.
Namun, sejumlah pejabat AS mengungkapkan kepada media The Journal bahwa pasukan Amerika terus melancarkan serangan berskala lebih kecil terhadap sejumlah fasilitas Iran selama beberapa pekan terakhir.
Menurut laporan tersebut, sejumlah pejabat AS mendeskripsikan operasi-operasi itu sebagai tindakan defensif, dengan menyatakan bahwa langkah itu bertujuan mencegah Iran memperoleh kemampuan untuk mengancam atau menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz yang memiliki nilai strategis penting.
Kantor berita Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar pada Selasa dini hari di wilayah Iran bagian selatan, termasuk di Pulau Qeshm dan kota pesisir Bandar Lengeh.
Konflik di kawasan Timur Tengah tak pernah henti, reda di satu, muncul di titik lain, terus berulang kali.
Israel terus mendesak mitranya AS untuk menyerang Iran pasca Pemilu paruh waktu di AS dan pemilu Legislatif di Israel pekan lalu. (CNNI/ns)





