AS Potong Dana, Rumah Sakit di Gaza Terancam Ditutup

Ilustrasi Rumah sakit di Gaza minim fasilitas dan membuat warga harus pergi keluar untuk pengobatan, namun Israel kerap tidak memberi izin

GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina telah memperingatkan bahwa rumah sakit di Gaza bisa tutup dalam beberapa hari karena kekurangan bahan bakar dan pemadaman listrik setelah AS memutuskan untuk memotong bantuan.

Juru bicara kementerian, Ashraf al-Qidra, mengatakan generator akan tutup di rumah sakit besar di Gaza karena pasokan bahan bakar telah habis, mengeluh bahwa pihak terkait sejauh ini menolak untuk mengatasi masalah tersebut.

Selasa lalu, kementerian memperingatkan runtuhnya layanan medis di rumah sakit Gaza karena kurangnya bahan bakar yang diperlukan untuk menjalankan generator.

Wilayah bagi hampir dua juta orang, Jalur Gaza memiliki total 13 rumah sakit dan 54 pusat perawatan kesehatan primer yang mencakup sekitar 95 persen dari semua layanan kesehatan di daerah kantong pantai.

Gaza, yang bergulat dengan pengepungan Israel, telah berjuang dengan kelangkaan listrik yang parah sejak 2006.

Direktur sebuah rumah sakit di Yerusalem Timur pada hari Minggu memperingatkan bahwa keputusan AS untuk memotong $ 25 juta dalam bantuan medis untuk Palestina akan memiliki “efek yang parah.”

Bassem Abu Libdeh, direktur rumah sakit Makassed, mengatakan, sebagaimana dilansir laman Press TV,  keputusan AS mempengaruhi 40 persen biaya di Jaringan Rumah Sakit al-Quds Yerusalem Timur, yang termasuk kelompok enam rumah sakit.

Amerika Serikat pada hari Sabtu mengatakan akan menempatkan uang itu ke proyek-proyek prioritas tinggi di tempat lain.

 

Advertisement